Minggu, 02 Oktober 2011

Dental Implant

Penggunaan dental implant (implan gigi) saat ini sudah semakin meluas, dan telah menjadi salah satu alternatif terbaik dari berbagai macam gigi tiruan. Prinsip dari implan gigi serupa dengan gigi tiruan jenis lain yaitu memperbaiki fungsi pengunyahan. Bedanya, gigi tiruan jenis lain umumnya hanya menggantikan mahkota gigi, sedangkan implan terdiri dari dua bagian yaitu intrastruktur yang tertanam dalam tulang dan berfungsi untuk menggantikan akar gigi dan suprastruktur yang fungsinya menggantikan mahkota gigi.
Sebagai ilustrasi, implan gigi ini dapat dikatakan seperti sekrup yang dipasang di dalam tulang, kemudian bagian atasnya dipasangkan mahkota tiruan. Oleh karena itu implan gigi dapat digunakan untuk menggantikan satu atau lebih gigi. Sekrup tersebut berfungsi untuk menggantikan akar gigi yang menerima beban kunyah dan meneruskannya ke tulang rahang, dan sekaligus mempertahankan ketinggian tulang rahang karena rahang tak bergigi lama kelamaan akan menyusut.
Beberapa tahun lalu, implan gigi masih menjadi suatu perawatan yang terkesan eksklusif dan hanya dapat dijangkau oleh kalangan atas karena biayanya yang sangat tinggi. Dokter gigi yang mampu melakukan perawatan ini pun relatif masih sedikit dan umumnya adalah dokter gigi yang memperdalam ilmunya di luar negeri.
Namun belakangan ini, permintaan masyarakat akan perawatan implan gigi sudah mulai meningkat, demikian juga dokter gigi yang mumpuni untuk melakukan perawatan ini pun semakin banyak. Meski demikian, tidak berarti pembuatan implan gigi sesuai untuk semua pasien. Ada syarat-syarat dan kondisi tertentu yang harus dipenuhi supaya perawatan ini membuahkan keberhasilan.
Indikasi Pemasangan Implan Gigi
  • Kesehatan mulut dan tubuh pasien baik
  • Pasien yang kehilangan satu atau seluruh gigi dan ingin digantikan dengan gigi tiruan, namun sulit untuk memakai gigi tiruan lepasan.
  • Pasien yang kehilangan satu gigi dan indikasi untuk gigi tiruan jembatan, namun menolak untuk diasah giginya.
  • Pasien memiliki koordinasi otot yang lemah sehingga stabilitas dan retensi gigi tiruan lepasan sulit dicapai.
  • Kondisi tulang rahang baik dan bebas dari penyakit periodontal, dengan ketinggian tulang rahang mencukupi sehingga material implan gigi dapat ditanam ke dalam tulang.
Kondisi seperti apa yang tidak memungkinkan untuk pemasangan implan gigi?
Kontraindikasi pemasangan implan gigi dapat dipandang dari aspek umum medis dan aspek lokal.
Kontraindikasi dari aspek umum medis di antaranya:
  • Pasien menderita penyakit sistemik yang sangat serius dan beresiko sangat tinggi, seperti rheumatoid arthritis atau osteogenik imperfekta, atau pasien HIV dan pasien yang sedang dalam pengobatan yang menggunakan obat-obatan penekan sistem imun
  • Pasien menderita penyakit sistemik yang beresiko tinggi seperti diabetes mellitus, penyakit kelainan darah, dan sedang menjalani terapi radiasi untuk perawatan kanker
Kontraindikasi dari aspek lokal di antaranya :
  • Pasien tidak kooperatif dalam hal penjagaan oral hygiene
  • Pasien adalah perokok atau peminum berat yang dapat mempengaruhi kesuksesan implan jangka panjang
  • Terdapat sisa akar atau infeksi pada daerah yang akan dipasangkan implan gigi
  • Pasien menderita xerostomia (mulut kering) yang cukup berat
  • Pasien memiliki kebiasaan buruk seperti bruxism (mengerat gigi di malam hari)



    Senin, 26 September 2011

    Keuntungan Pemasangan Implant

    Penemuan implant gigi merupakan jawaban dari keterbatasan tehnik pemasangan gigi tiruan, baik gigi tiruan lepasan maupun cekat. Salah satu yang paling utama adalah melindungi tulang dari resorpsi. Apa itu resorpsi? Setelah gigi dicabut, tulang di sekitar gigi (disebut juga tulang alveolar) akan menyesuaikan bentuknya dimana tulang tersebut tidak perlu lagi menyangga gigi (karena sudah dicabut). Penyesuaian bentuk tersebut berupa pengurangan tinggi dan lebar tulang yang disebut juga resorpsi. Bila masih ada gigi, tulang alveolar berfungsi menerima tekanan kunyah. Sedangkan setelah pencabutan gigi, tulang tidak berfungsi (inaktivitas). Seiring berjalannya waktu, resorpsi terjadi lebih banyak akibat dari inaktivitas bagian tersebut.
    Keuntungan kedua adalah mungkinnya pembentukan gigi tiruan cekat (tidak perlu dilepas) tanpa mengorbankan struktur di sekitar implant. Dengan cara konvensional, yakni dengan pembuatan gigi tiruan jembatan, kadang gigi sehat (normal) perlu diasah untuk berfungsi sebagai gigi penyangga gigi tiruan cekat.
    Keuntungan lainnya adalah sebagai berikut:
    1.       Resiko pemasangan implant sangat kecil.
    2.       Biokompatibilitas bahan pembuat implant sudah teruji secara klinis.
    3.       Prognosa (kemungkinan keberhasilan) sangat tinggi.
    4.     Secara ekonomis sangat efisien dan menguntungkan karena tingkat keberhasilan        yang tinggi dan daya tahan yang sangat lama di dalam mulut.


    Selasa, 13 September 2011

    Asal-Usul Dental Implant

    Implan gigi berasal dari istilah asing dental implant, yakni suatu benda terbuat dari logam metal berbentuk menyerupai akar gigi dan biasanya mempunyai ulir di bagian luar, dipasang dengan cara penanaman di dalam tulang rahang (rahang atas atau bawah) berfungsi untuk menggantikan gigi asli yang hilang di dalam mulut. Sistem ini diperkenalkan sesuai perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang ilmu kedokteran gigi, untuk mengembalikan kecantikan, fungsi pengunyahan, serta fungsi pengucapan pada waktu berbicara.
    Implan gigi pertama kali diperkenalkan di Swedia pada 1970-an oleh guru besar dalam bidang Orthopaedic, Prof Branemark. Selanjutnya para ilmuwan Barat melakukan pengembangan untuk memperbaiki bentuk dan bahan yang digunakan. Sejak tahun 1980-an diperkenalkan implan gigi yang terbuat dari bahan titanium dan telah memperlihatkan hasil cukup menggembirakan dengan dasar tolak ukur setelah lima tahun terpasang, masih dapat bertahan di dalam rongga mulut sekitar 85-100 persen. Implan gigi biasanya di bagian permukaan luarnya mendapat tambahan bahan lain yang bertujuan mendapatkan hubungan atau penyatuan maksimal dengan tulang rahang yang dikenal dengan istilah Osseointegration. Penelitian membuktikan bahan ini aman digunakan, dapat diterima oleh tubuh manusia dalam pengertian tidak ditolak oleh tubuh sebagai benda asing ataupun memberikan reaksi negatif, serta mempunyai kemampuan beradaptasi maksimal dengan tulang dan jaringan lunak lainnya seperti gusi di dalam mulut. Proses pembuatan implan gigi dilakukan dengan sistim pencairan logam pada suhu sangat tinggi di dalam ruangan hampa udara.

    Pembuatan gigi tiruan cekat menggunakan sistim implan gigi pada kehilangan satu atau beberapa gigi, tidak melibatkan gigi asli di sebelah gigi yang hilang sebagai penjangkaran sehingga memberikan kesan seperti gigi asli. Hal ini menguntungkan dilihat dari segi kecantikan, karena tidak mengganggu keadaan gigi asli tetapi mengembalikan gigi yang hilang.

    Sedangkan pada kehilangan seluruh gigi, implan gigi di dalam tulang rahang berfungsi sebagai penyanggah gigi tiruan lepas agar lebih stabil kedudukannya di dalam rongga mulut. Pencekatan pada implan gigi dilakukan dengan sistim penggunaan klip retensi, bola retensi untuk memberikan stabilitas gigi tiruan yang sangat membantu dalam pengucapan untuk fungsi bicara dan mengunyah.

    Selasa, 23 Agustus 2011

    Definisi Dental Implant

    Hasil survei kesehatan nasional dalam kurun waktu 10 tahun terakhir menunjukkan 60-70% prevalensi kesehatan gigi di Indonesia dalam tingkatan buruk. Umumnya tjd pembusukan gigi dan gigi berlubang. Maka, tak heran jika gigi permanen tanggal semakin meningkat. Hal ini tak hanya mengganggu penampilan tetapi juga membuat kegiatan menguyah terasa tak nikmat bahkan menyakitkan.
    Sejak lama masalah ini diatasi dengan penggunaan gigi palsu. Namun, metodenya yang sederhana sering bikin repot. Mulai dari harus sering gigi palsu dicopot untuk dibersihkan atau malah copot lantas tertelan. Solusi lain, di jaman sekarang teknologi kedokteran berkembang pesat dengan penanaman gigi (dental implant), yaitu suatu pengganti gigi asli yang ideal, dengan penanaman akar gigi tiruan dengan bahan metal, mempunyai sifat & bentuk yang menyerupai gigi asli.
    Definisi DENTAL IMPLANT:
    Menurut Neo Tee Khin, salah satu ahli gigi implan di klinik Bedah Gigi Henry Lee di Mount Elizabeth Medical Centre, Singapura, dental implant adalah penanaman gigi palsu yang terbuat dari logam titanium murni yang bersifat biocompatible, maksudnya menurut pengajar di National University of Singapore itu, implan dapat diterima dan terintegrasi dengan baik dalam tubuh manusia, tanpa komplikasi atau reaksi penolakan dari jaringan tubuh.
    Hal ini penting sebab implan ditanam pada rahang dan gusi untuk menggantikan akar gigi asli yang tanggal.
    Indikasi dan Kontra Indikasi DENTAL IMPLANT:
    Indikasi dental implant :
    1. Rahang atas dan rahang bawah harus mempunyai lengkung yang baik sehingga orientasi cukup memuaskan untuk penanaman implant dental.
    2. Rongga sinus pada rahang atas atau saraf pada rahang bawah harus terletak pada posisi tidak akan menggangu penemapatan implan dental.
    3. Ketebalan tulang harus cukup adekuat untuk memberi dukungan implan dental.
    4. Pasien perduli terhadap kesehatan mulutnya dan dapat membersihkan sendiri implan dental.
    5. Pasien tidak mempunyai kelainan sistemik.
    Kontra Indikasi dental implant:
    1. Kelainan pathologis pada tulang rahang .
    2. Penyakit kelenjar ludah.
    3. Radiasi terapi untuk perawatan kanker.
    4. Umur pasien dan status gizi.
    5. Penyakit yang berhubungan dengan metabolisme. yaitu : Kencing manis, Hyperthyroidism.
    6. Kelainan Darah. yaitu.: anemia, kelainan pembekuan darah.

    Jumat, 05 Agustus 2011

    Teknik Penanaman Gigi Implant

    SEIRING majunya perkembangan teknologi, teknik pemasangan gigi palsu juga semakin berkembang. Jenis implant menjadi solusi pemasangan gigi yang baru.

    Implant berasal dari bahasa Inggris yang berarti ?menanam'. Pilihan itu yang banyak dilakukan orang lanjut usia (lansia). Implant termasuk ke dalam jenis gigi palsu cekatan. Perlu dilakukan proses edukasi diberikan terlebih dahulu pada pasien yang ingin memasang implant.

    Implant adalah salah satu pilihan untuk mengganti gigi yang hilang, dan sejauh ini implant masih menjadi pilihan yang terbaik di Indonesia.

    Walaupun menjadi pilihan yang terbaik, harga yang relatif mahal menjadi kendala dalam pemasangan gigi palsu secara implant tersebut. Sekilas, gigi yang ditanam itu terlihat dan sangat menyerupai gigi asli.



    Implant adalah suatu akar gigi tiruan yang ditanam ke dalam rahang untuk menahan gigi yang hilang. Cara pemasangan implant adalah melalui beberapa serangkaian proses, termasuk proses operasi atau pembedahan, dengan membius pasien terlebih dahulu. Memang tergolong rumit tapi cepat.

    "Karena implant berfungsi sebagai pengganti gigi pasien yang hilang sehingga yang dikerjakan adalah pada bagian tulang dan gusi di daerah yang tidak bergigi si pasien.

    Panjang implant yang akan dipasangkan adalah berdasarkan panjang akar gigi yang akan diganti. Umumnya, panjang akar gigi pasien dengan usia dewasa adalah antara 8 hingga 15 milimeter (mm) dengan lebar kira-kira antara 3,3 mm sampai 6 mm.
    Apabila proses pengukuran dan pencetakan telah selesai, maka gigi implant yang sudah jadi, ditanamkan atau dimasukkan ke dalam gusi dan tulang pasien.

    Tugas gigi implant itu sendiri adalah memindahkan beban yang diakibatkan pada kerja gigi palsu ke atas gusi menjadi ke atas tulang rahang.

    Pada pemasangan gigi implant tidak akan mengganggu gigi-gigi di sekitarnya dan akan tetap terlindungi karena implant gigi berdiri sendiri. "Implant gigi lebih kuat dan lebih tahan lama, dibandingkan jenis gigi palsu lainnya, terutama bila kita merawatnya seperti merawat gigi asli kita sendiri.

    Kamis, 07 Juli 2011

    Resiko Pemasangan Implant

    Secara umum, resiko pemasangan implant sangat kecil dan jarang terjadi. Tentu saja ada rasa nyeri pada hari pemasangan implant karena dilakukan prosedur bedah minor. Kemungkinan rembesan darah atau sedikit bengkak juga hal yang sangat normal setelah tindakan. Tetapi dibandingkan berbagai tindakan invasive di kedokteran gigi, pemasangan implant dapat digolongkan sebagai tindakan dengan resiko yang minimal. Salah satu resiko berupa lepasnya implant. Lepasnya implant beberapa hari / minggu setelah pemasangan dapat terjadi pada kasus-kasus tertentu oleh karena berbagai alasan seperti kecerobohan operator atau gangguan penyembuhan. Tetapi menurut berbagai literature, resiko tersebut berada pada angka di bawah 5 % . Resiko dapat diperkirakan melalui pemeriksaan awal sebelum pemasangan implant.
    Resiko lainnya adalah terbukanya kanal syaraf rahang bawah saat pemasangan implant di rahang bawah belakang. Tetapi hal ini dapat dicegah dengan pengukuran yang akurat tinggi tulang yang tersedia di rahang bawah melalui rontgen panoramik. Seperti pada rahang bawah, pada rahang atas dapat terjadi masuknya implant ke dalam sinus maxilla (rongga udara pada rahang atas). Hal ini juga tidak akan menimbulkan komplikasi kecuali pasien memiliki riwayat infeksi pada sinus maxilla (sinusitis).
    Kemungkinan lainnya adalah perdarahan selama prosedur pemasangan implant. Pada keadaan yang sangat jarang, bor untuk persiapan tulang menerima implant di rahang bawah dapat salah arah dan menembus tulang di sisi lidah. Karena di daerah tersebut banyak terdapat pembuluh darah kecil, maka dapat terjadi perdarahan yang cukup banyak. Apalagi bila pasien memiliki gangguan pembekuan darah. Tetapi kejadian yang sangat jarang ini dapat diatasi dengan tehnik yang benar.

    Gigi tiruan jembatan,
    Kerugian utama adalah perlunya mengasah gigi yang masih baik sebagai penyangga

    Selasa, 21 Juni 2011

    All About Implant




    Tak bisa dipungkiri bahwa gigi yang putih dan bersih memperindah senyuman. Salah satu alasan orang tidak terlalu percaya diri ketika tersenyum adalah karena kehilangan gigi permanen, terlebih apabila kehilangannya di bagian depan.
    Saat ini mengganti gigi tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup dalam hitungan jam saja gigi baru sudah bisa ditanam dalam rongga mulut. Teknologi kedokteran gigi telah mampu memberikan solusi terbaik terhadap masalah kehilangan gigi permanen dengan metode Dental Implant (implan gigi). Penggunaan Dental Implant saat ini sudah semakin populer, dan telah menjadi salah satu alternatif terbaik dibandingkan berbagai macam gigi tiruan lainnya.
    * Apa Itu Dental Implant ?
    Dental Implant adalah sebuah cara untuk menggantikan fungsi gigi asli dengan gigi tiruan. Implant gigi dilakukan dengan cara menanamkan gigi dalam tulang alveolar (Tulang Rahang), sebagai pengganti akar gigi asli dan perlekatannya dengan tulang terjadi secara osteointegrasi(Implan menyatu dengan tulang).
    Dental Implant ini memiliki kelebihan dibandingkan gigi palsu lainnya karena dengan Dental Implant bentuk dan fungsi gigi yang dihasilkan mendekati gigi asli serta mempertahankan bentuk wajah.